Cicilan KPR Nasabah BTN Turun, Ayo Buruan Cek! – Nasabah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) bernama Farida kaget saat mengecek mutasinya di rekeningnya. Ia terkejut karena cicilan yang dibayarkan oleh autodebet pada tanggal 8 setiap bulannya berkurang drastis.

Cicilan KPR Nasabah BTN Turun, Ayo Buruan Cek!

 

Baca Juga : Solusi KPR Untuk Rumah Idaman dari CIMB Niaga

streamlinerefinance – Di RUU Maret, meski pembayaran cicilan biasanya 3,4 juta rupiah, jumlah debetnya hanya 1,4 juta rupiah. “Saya hitung pembayaran cicilan berkurang 58%, dari 3,4 juta rupiah menjadi 1,4 juta rupiah. Makanya diskon BTN itu 2 juta rupiah.”

Farida mengatakan ia malah bimbang dengan berkurangnya jumlah angsuran itu. Alasannya tidak terdapat data apapun dari pihak BTN. Setelah itu ia pula berupaya mencari data dengan mengirimkan catatan ke akun twitter sah BTN hingga akun Instagram BTN tetapi tidak menyambangi menemukan balasan.

” Takutnya justru salah sistem, tau- tau esok disuruh balikin lebih besar lagi. Tidak terdapat uraiannya pula ke pelanggan apakah ini berakibat ke bunga ataupun angsuran utama, tidak terdapat pemberitahuan,” nyata ia.

Farida malah lebih menginginkan penyusutan bunga dari BTN sebab hendak lebih berkelanjutan.” Jika penyusutan bunga dari bank kan dapat lebih nyaman serta waktu jauh. Nah jika bantuan semacam ini kan tidak kedapatan hingga bila, dapat satu bulan aja serta memanglah tidak kedapatan term and conditionnya,” ucap ia.

Menjawab perihal itu Delegasi Ketua Penting BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan bila memanglah betul terdapat penyusutan besar angsuran KPR pelanggan.

Perihal ini sebab penguasa sudah melarutkan anggaran bantuan bunga KPR pada BTN.” Memanglah dahulu terdapat program penyembuhan ekonomi nasional. Jika ingat terdapat PMK yang pembayaran bunga KPR nya hingga jenis 70,” tutur ia dalam rapat pers, Rabu( 10 atau 3 atau 2021).

Nixon mengatakan program bantuan bunga itu mulai dari 3- 6 bulan serta dikala ini telah masuk.” Duit itu dibayarkan buat kebutuhan warga, bukan kebutuhan BTN,” nyata ia.

Yang diartikan Nixon merupakan Program Penyembuhan Ekonomi Nasional( Pena) berbentuk pemberian bantuan bunga KPR yang tertera dalam PMK No 138 atau PMK. 05 atau 2020 mengenai Aturan Metode Pemberian Bantuan Bunga atau Bantuan Batas Dalam Bagan Mensupport Penerapan Program Penyembuhan Ekonomi Nasional.

Dalam ketentuan itu, penguasa memanglah membagikan insentif bunga KPR pada debitur yang membeli rumah jenis 70 ke dasar. Persyaratannya merupakan pelanggan mempunyai NPWP, langit- langit angsuran maksimum Rp 10 miliyar serta dulang debet sampai 29 Februari 2020 dan mendapat angsuran mudah per 29 Februari 2020.

Nixon mengatakan ketentuan yang diterbitkan tahun kemudian itu telah mulai cair belum lama ini. Sebab itu BTN langsung megedarkan ke pelanggan. Ini maksudnya gugatan bunga KPR kepunyaan pelanggan sesungguhnya dibayar oleh penguasa.

Buat bantuan bunga ini penguasa mengucurkan anggaran Rp 2, 1 triliun ke BTN. Buat pelanggan KPR BTN dapat menghadiri kantor agen BTN terdekat buat memperoleh data lebih lanjut.

” Bisa jadi sahabat( pelanggan) mikirnya kenapa terdapat gugatan saya dibayarin? Gitu kan? Jadi agak- agak( angsuran KPRnya) turun. Ini dapat diperiksa dengan tiba ke kantor agen BTN terdekat,” ucap ia.

Nixon mengantarkan buat pelanggan yang merasa tertolong sebab kelapangan ini dapat mengantarkan rasa dapat kasih ke penguasa.” Ucapin dapat kasihnya ke penguasa betul bukan ke BTN,” imbuh ia.

Dikala ini BTN pula mulai merendahkan kaum bunga dasar angsuran( SBDK) searah dengan penyusutan bunga angsuran di bank Himbara. Penyusutan ini dicoba buat mendesak perkembangan angsuran di tengah endemi COVID- 19.

Baca Juga : Kisah Perusahaan Engineering Raksasa Dunia

DP KPR Bisa 0%, Waktu Tepat Beli Rumah?

Bank Indonesia( BI) hendak membagikan relaksasi angsuran pemilikan rumah( KPR) dalam wujud duit wajah ataupun down payment( DP) diserahkan pelonggaran sampai 0%. Pemberian relaksasi itu didapat dari pelonggaran perbandingan Loan to Value atau Financing to Value( LTV atau FTV) KPR jadi sangat besar 100%.

Gubernur BI Perry Warjiyo berkata, pelonggaran itu legal buat seluruh tipe properti.” Pelonggaran itu legal buat seluruh tipe properti semacam rumah jejak, rumah pangkat, dan ruko atau rukan,” tuturnya dalam pemberitahuan hasil RDG Bulanan dengan cara virtual, Kamis( 18 atau 2 atau 2021).

BI pula menghilangkan determinasi pencairan berangsur- angsur properti inden buat mendesak perkembangan angsuran di zona properti dengan senantiasa mencermati prinsip kehati- hatian serta manajemen resiko. Kebijaksanaan ini legal efisien 1 Maret 2021 hingga dengan 31 Desember 2021.

Dengan terdapatnya kebijaksanaan itu, sudahkah waktunya membeli rumah?

Bagi Perencana Finansial dari Finansia Consulting Eko Endarto, bila kebijaksanaan DP KPR 0% telah legal, hingga itu jadi durasi yang pas buat membeli properti.

” Nah jadi kala dikasih DP 0% berarti kan orang dapat membeli rumah tanpa mempertimbangkan berapa duit wajahnya. Bagi aku baik sekali,” tutur Eko pada detikcom.

Tidak hanya itu, dengan kebijaksanaan BI yang kembali merendahkan kaum bunga acuannya BI 7 Day Reverse Repo Rate ke tingkat 3, 5%, hingga bunga angsuran bank pula hendak lebih kecil, alhasil angsuran pula lebih enteng.

” Terlebih saat ini BI turunkan kaum bunga. Sepatutnya kala BI turunkan kaum bunga, bunga angsuran itu tidak hendak tinggi- tinggi sekali,” urainya.

Tidak cuma itu, bagi Eko di tengah endemi COVID- 19 ini harga rumah ataupun properti yang lain hendak lebih ekonomis. Oleh karena itu, beliau mengatakan, untuk banyak orang yang sedang memiliki keahlian mencicil, hingga inilah dikala yang pas buat membeli rumah.

” Terlebih di situasi ekonomi melambat, alhasil harga- harga properti beberapa besar umumnya lagi murah- murahnya nih. Alhasil banyak orang yang mempunyai keahlian mencicil sih sepatutnya ini durasi terbaik buat membeli properti,” tutur ia.

Sedangkan itu, Perencana Finansial Tua Aidil Akbar menegaskan supaya warga tidak asal- asalan membeli rumah ataupun properti yang lain walaupun terdapat kebijaksanaan DP KPR 0%. Alasannya, dengan DP 0%, hingga angsuran bulanannya hendak lebih besar.

” Yang wajib kita pikirkan kala membeli rumah dengan DP 0%, hingga berarti semua harga angka rumahnya itu berarti kita beri uang memakai pinjaman. Otomatis utangnya terus menjadi lebih besar, serta otomatis angsuran terus menjadi besar. Nah pertanyaannya merupakan mampukah kita selaku pelanggan melunasi angsuran itu dengan nominal yang besar, sedangkan sedang masuk ke dalam perbandingan maksimum angsuran yang dapat kita beri uang. Nah itu yang jadi berarti,” jelas Aidil.

Di bagian lain, baginya sedang terdapat ketidakpastian dari endemi COVID- 19 yang belum berakhir. Mulai dari ketidakpastian ekonomi yang sedang membagikan bayangan penyusutan pemasukan ataupun pemutusan ikatan kegiatan( PHK) serta serupanya.

” Kita sedang terdapat resiko profesi( pemasukan) kita menyusut, ataupun apalagi resiko di PHK sedang membayangi. Jika hingga itu terjalin mampu tidak kita melunasi angsuran jika tidak terdapat profesi? Berapa lama aku dapat bertahan mencicil jika di PHK saat ini? Jika telah memiliki angsuran rumah, sedemikian itu cicilannya tidak dibayar kan 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan disita rumahnya,” tutur Aidil.

Tetapi, bila terdapat yang mau membeli rumah ataupun properti lain dengan menggunakan DP KPR 0%, hingga beliau sarankan supaya jumlah peranan cicilannya tidak lebih dari 35% dari keseluruhan pemasukan bulanannya.

” Sebab jika misalnya dengan DP 0%, nyatanya jumlah cicilannya hingga dengan 45% dari pemasukan, itu dipastikan tidak lama dapat beri uang angsuran. Bisa jadi hitungan tidak hingga 1 tahun bisa jadi kita telah merasa keberatan melunasi angsuran mulanya,” paparnya.

Beliau berkata, jumlah angsuran yang nyaman, bagus itu KPR serta pula angsuran yang lain yakni dekat 30- 35% dari pemasukan bulanan.

” Jika kita telah memiliki angsuran mobil hingga harus dikurangi dahulu. Misalnya pemasukan Rp 10 juta, berarti kan keahlian mencicil Rp 3- 3, 5 juta. Betul telah memiliki angsuran mobil ataupun motor tidak? Jika angsuran mobil misalnya Rp 2 juta, berarti keahlian Rp 1, 5 juta per bulan, bermukim lebihnya saja,” pungkasnya.